Profil Departemen

Profil Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Video Profil Departemen

Sejarah SKPM-IPB

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB berdiri dengan proses yang cukup panjang. Proses ini bermula pada tahun 1947 yang ditandai dengan didirikannya Faculteit voor Landbouwwetenschappen (Fakultas untuk Ilmu –ilmu Pertanian) dengan dua jurusan yaitu jurusan pertanian dan kehutanan. Fakultas ini semula bernaung dibawah Universiteit Van Indonesia yang saat ini lebih dikenal dengan Universitas Indonesia.

Tepatnya pada tahun 1960, berdiri Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia dengan tiga departemen, yakni Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Departemen Pengetahuan Alam dan Departemen Kehutanan. Kemudian pada tanggal 1 September 1963, Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia memisahkan diri dan lahirlah Institut Pertanian Bogor dengan beberapa departemen, salah satunya adalah Departemen Sosek.

Pada tahun 2005, Departemen Sosek melakukan departemenisasi sesuai dengan kebijakan IPB yakni Surat Keputusan Rektor Institut Pertanian Bogor Nomor: 001/K13/PP/2005 Tanggal 10 Januari 2005 dan lahirlah Departemen Sains Komunikasi Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia dengan fokus keilmuan ilmu sosial.

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi utama dalam merancang dan menerapkan metode komunikasi pengembangan masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat, dan kompetensi pendukung dalam menerapkan ilmu komunikasi dan penyuluhan pembangunan, menerapkan ilmu kependudukan, agraria, dan ekologi pembangunan, dan mampu menerapkan ilmu sosiologi pedesaan dan pengembangan masyarakat sebagai ilmu sosial lintas batas dari sosiologi, antropologi, psikologi, kependudukan, dan ekologi manusia.
  2. Menghasilkan riset-riset komunikasi dan pengembangan masyarakat yang dapat diterapkan dan memberdayakan masyarakat secara sosial, ekonomi, dan politik.

Sasaran dan Strategi Pencapaian

  1. Terselenggaranya pelaksanaan program pendidikan yang berbasis mayor dan minor, dengan kompetensi mayor komunikasi dan pengembangan masyarakat, dan minor dalam teknologi terapan pertanian dalam arti luas.
  2. Terlaksananya penelitian berdasarkan payung penelitian berbasis pada mandat ilmu komunikasi dan penyuluhan pembangunan, ilmu kependudukan, agraria, dan ekologi pembangunan, dan ilmu sosiologi pedesaan dan pengembangan masyarakat sebagai ilmu sosial lintas batas dari sosiologi, antropologi, psikologi, kependudukan, dan ekologi manusia.
  3. Terselenggarakannya kerjasama secara profesional antara akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat berdasarkan keilmuan dan tanggungjawab moral
  4. Terlaksananya program pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur stakeholders (akademisi, bisnis, pemerintah, dan masyarakat).

Lokasi Kampus