Pengabdian Masyarakat Details

  • home
  • Pengabdian Masyarakat

PERAN ILMU TRANSDISIPLIN DALAM ISU KEBERLANJUTAN MULAI ATOM SAMPAI INTERAKSI SOSIAL

Isu keberlanjutan tidak hanya dilihat dari satu aspek namun berbagai aspek mulai dari dimensi sosial, budaya, ekonomi, sumberdaya alam serta politik. Dalam menghadapi isu keberlanjutan diperlukan pendekatan transdisiplin.

Pada tanggal 14 Februari 2019, YAPEKA (Yayasan Pendidikan Konservasi Alam) bekerjasama dengan CTSS (Center of Transdiscipline and Sustainability Science ) IPB mengadakan acara diskusi kedua dari seri Transdisciplinary Tea Talk yang berjudul From Quarks to Society: Understanding Emergent Properties, Complexity, and The Interconnectedness of Life. Kegiatan dilangsungkan di Gedung Pascasarjana IPB, Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin atau Center of Transdiscipline and Sustainability Science (PKSKT/CTSS). Ini merupakan rangkaian acara diskusi yang membahas tentang peran transdisiplin dan ilmu keberlanjutan (sustainability science) di dalam menjawab permasalahan keberlanjutan

Pada diskusi kedua ini, PKSKT/CTSS mengundang tiga pakar ahli dari bidang ilmu yang berbeda- beda, yakni Prof. Dr. Husin Alatas, M.Si sebagai guru besar fisika teori FMIPA IPB dan peneliti dari PKSKT/CTSS yang menjelaskan tentang fenomena Emergent Properties di tingkat sub atom, Quarks, dan fenomena Quantum Entanglement. Selanjutnya, Prof. Dr. Antonius Suwanto, M.Sc sebagai guru besar mikrobiologi FMIPA IPB yang menjelaskan tentang fenomena Emergent Properties di tingkat mikroskopik. Diskusi diakhiri oleh Dr. Ir. Rilus Kinseng, M.Si., sebagai Sosiologi dari SKPM IPB dan peneliti dan PKSKT/CTSS menjelaskan tentang fenomena Emergent Properties dari tingkatan masyarakat dan sisi ilmu sosiologi.