Di lingkungan departemen, otonomi keilmuan diberikan seluas-luasnya  kepada setiap dosen dan  pada bagiannya masing-masing, tanpa intervensi pimpinan departemen dan bagian lainnya.  Kebijakan ini didasarkan pada kenyataan bahwa dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial terdapat beberapa “aliran pemikiran” yang satu sama lain tidak selalu dapat diintegrasikan.

Dalam pembimbingan tugas akhir,  mahasiswa diberikan keleluasan untuk menentukan topik riset di bawah supervisi sepenuhnya dari seorang dosen pembimbing (otonomi kelilmuan) dan mahasiswa diberikan kesempatan mengungkapkan gagasannya secara terbuka di dalam forum akademik berupa kolokium sebagai wujud implementasi kebebasan akademik.

Kebebasan akedemik di departemen diwujudkan dalam beberapa hal, antara lain; pengembangan bahan ajar diserahkan sepenuhnya kepada dosen/bagian, demikian pula dalam menentukan kebijakan payung penelitian di setiap bagian diserahkan sepenuhnya kepada dosen.  Setiap tahun, dosen pada bagian-bagian yang ada di departemen terlibat dalam kegiatan penelitian, baik yang dbiayai melalui Dikti ataupun kerjasama tanpa hambatan apapun dari pihak departmen.

Kebebasan akademik melalui karya tulis ilmiah di departemen diwadahi oleh tiga jurnal, yaitu; (1) Sodality yang bersifat lintas disiplin untuk ilmu-ilmu sosial, (2) Jurnal Penyuluhan untuk ilmu penyuluhan pembangunan, dan (3) Jurnal KMP untuk ilmu komunikasi pembangunan.

Kebebasan mimbar  diberikan sepenuhnya kepada dosen, antara lain dalam hal; (1)  memberikan kuliah,  (2) menyajikan makalah dalam pertemuan ilmiah dan forum ilmiah lainnya.  Di samping itu departemen juga menyelenggarakan kegiatan diskusi dua bulanan dan bedah buku yang dimaksudkan sebagai media saling berbagi pengalaman antara akademisi dengan praktisi, akademisi dan mahasiswa, maupun sesama akademisi

Upaya pengembangan proses belajar dan mengajar sebagai berikut.

Butir

Upaya Perbaikan

Tindakan

Hasil

Materi

  1. Kurikulum Sarjana
  2. Realitas/Pengalaman-pengalaman Dosen dalam membimbing dan mengajar, misalnya dalam Rabuan/Rapat Dosen
  3. Kualitas Lulusan/IPK

Kurikulum yang mengakomodir pemanfaat lulusan

Metode Pembelajaran

  1. Menugaskan Staf Pengajar untuk mengikuti Pelatihan
  2. Staf yang mengikuti Pelatihan selanjutnya melatih staf yang lain
  3. Rapat Kerja Departemen
Terumuskannnya Silabus, SAP, dan Kontrak Perkuliahan berbasis SCL

Penggunaan Teknologi Pembelajaran

  1. dalam Kuliah dan Praktikum; termasuk mengintegrasikan dalam satu matakuliah Penerapan Ilmu Komputer
  2. Penyediaan peralatan komputer/Labtop, LCD, fasilitas pendukung
Mahasiswa mampu menggunakan multimedia

Cara-cara evaluasi

  1. Evaluasi Kurikulum Berdasarkan Respon Pemanfaat
  2. Evaluasi Proses Belajar-Mengajar melalui EPBM
  1. Terumuskkannya Kurikulum yang baru
  2. Hasil EPBM

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat telah menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif yaitu :

  1. Seminar Nasional (2008)
  2. Seminar dalam rangkaian Dies FEMA
  3. Lokakarya Departemen SKPM dan Lokakarya Akademik Departemen SKPM
  4. Diskusi Ekologi, Kebudayaan, dan Pembangunan
  5. Bedah Buku Teks Terbaru Berbahasa Inggris
  6. Penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa
  7. Masa Perkenalan Departemen setiap tahun
  8. Temu dosen-mahasiswa-alumni yang dikelola oleh panitia dan mahasiswa pada masing-masing program studi di Departemen SKPM

Sebagai sarana interaksi antara dosen dan mahasiswa, kegiatan praktikum baik di ruang kelas maupun di lapang merupakan ujung tombak untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif.  Interaksi dosen dan mahasiswa lebih banyak dilakukan pada jam-jam kuliah dan praktikum sistem pengajaran yang berbasis SCL. Mahasiswa yang sedang menjalankan penelitian lebih sering melakukan konsultansi di ruang kerja dosen pembimbing.   Dalam rangka menciptakan suasana akademik yang baik Departemen KPM telah mengupayakan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.  Departemen KPM menyediakan fasilitas internet yang dapat diakses oleh dosen setiap waktu selama jam kerja.  Hal memungkinkan proses interaksi dosen-mahasiswa- civitas academica lainnya terjadi secara lebih leluasa, tidak hanya terbatas pada pertemuan tatap muka.  Bagi mahasiswa, fasilitas internet gratis dapat diperoleh di Gedung pusat layanan sistem informasi di 4 lokasi yang dilengkapi dengan sarana komputer dan internet. Fasilitas dan sarana umum di tingkat Fakultas juga dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh segenap civitas academica, juga memungkinkan terjadinya interaksi di antara mereka.

Pusat Studi Pembangunan, Pertanian dan Pedesaan (PSP3), Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, di mana SDM yang terlibat di dalamnya sebagian besar adalah staf pengajar Departeman KPM, juga merupakan satu wadah dalam rangka menciptakan suasana akademik yang kondusif.

Peningkatan mutu dan kuantitas interaksi tersebut diupayakan melalui:

  • Peningkatan mutu proses belajar mengajar melalui inovasi metode pembelajaran pada hibah pengajaran.
  • Kegiatan penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa (Hibah bersaing, Hibah penelitian dasar, dll) dapat menjadi sarana penunjang bagi percepatan masa perkuliahan mahasiswa.  Dalam tiga tahun terakhir ada 30 projek penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa sebanyak 57 orang.
  • Pemilihan dosen pembimbing diawali dengan pertemuan antara dosen dan mahasiswa.

  • Dalam proses pembimbingan tugas akhir (skripsi), diadakan pertemuan rutin dosen dan mahasiswa-mahasiswa bimbingannya, interaksi dosen-mahasiswa ini dicatat dalam buku kendali mutu.  Berdasarkan data yang ada, rata-rata pertemuan setiap mahasiswa dengan dosen pembimbingnya adalah 1 – 3 kali tatap muka per bulan.
  • Kuliah merupakan kegiatan rutin tatap muka antara dosen dan mahasiswa.  Jumlah jam tatap muka per dosen adalah 6 jam per minggu, sehingga masih cukup tersedia sisa waktu yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan akademik di luar jam kuliah bagi dosen.
  • Adanya kelompok ilmiah, seperti Radio Agri FM sebagai sarana media informasi, dari dan untuk mahasiswa, memberikan wahana untuk interaksi dosen-mahasiswa-civitas academica-pakar di luar civitas academica.
  • Pembimbingan PKMI (Program Kreativitas Mahasiswa bidang penulisan Ilmiah) yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk latihan berfikir dan menulis ilmiah.
  • Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-ilmu Sosial dan Ekonomi (MISETA), merupakan ajang kreatifitas mahasiwa KPM.  Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan training, seminar, tutorial dan social.  Kegiatan ini selalu melibatkan dosen dan civitas academica  lainnya.

Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar, simposium, diskusi dan ekshibisi) di kampus dan di luar kampus antara lain:

  1. Berbagai seminar nasional dan internasional telah diselenggarakan dan diikuti oleh staf pengajar Departemen KPM, baik di kampus maupun di luar kampus. Mahasiswa dilibatkan dalam seminar dan pameran, baik sebagai panitia, peserta maupun sebagai pembawa makalah untuk diseminarkan.
  2. Mahasiswa KPM diikutkan dalam berbagai lomba kreativitas mahasiswa antara lain sebanyak 17 orang bidang program kreativitas mahasiswa (PKM) dan sebanyak 40 orang pada program prestasi mahasiswa.
  3. Mahasiswa juga aktif mengadakan kegiatan, seperti lomba yang bersifat ilmiah, seni dan olah raga.  Kegiatan lain seperti seminar juga dilakukan, baik di dalam maupun di luar kampus, kemah penelitian, presentasi pemikiran kritis mahasiswa (PPKM), pelatihan penyususnan karya ilmiah, poster dan teknik presentasi, pelatihan penulisan proposan dan penelitian ilmiah serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

Mahasiswa mengevaluasi penyelenggaraan matakuliah di akhir semester (melalui kuesioner komputerisasi) dan hasilnya digunakan untuk perbaikan proses dan metode pengajaran oleh dosen. Penyampaian hasil secara terbuka dapat memacu para dosen untuk memperbaiki kinerja perkuliahan dan praktikum, juga dijadikan acuan untuk tukar menukar pengalaman.