Sebelum adanya SK Rektor IPB No. 169/K13/PP/2004 tentang Sistem Jaminan Mutu Pendidikan Institut Pertanian Bogor, penjamin mutu dilaksanakan secara terpisah-pisah oleh Institut, Fakultas dan Departemen. Dengan diterbitkan SK tersebut maka penjaminan mutu dilakukan secara bersama-sama.

Organisasi mutu departemen merupakan bagian dari Organisasi Mutu IPB. Organisasi mutu Departemen berperan dalam fungsi pengendalian mutu bekerjasama dengan fakultas yang berperan dalam fungsi jaminan mutu dan IPB yang menjalankan fungsi manajemen mutu terpadu.

Gugus Kendali Mutu (GKM) dibentuk untuk tingkat Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat beranggotakan 11 orang diketuai oleh Sekretaris Departemen. Anggota GKM beranggotakan Ketua Koordinator Mayor S-1, wakil koordinator Mayor S2/S3 Ilmu Penyuluhan Pembangunan, wakil koordinator Mayor S2/S3 Komunikasi Pembangunan, wakil koordinator Mayor S2/S3 Sosiologi Pedesaan, wakil koordinator Mayor S2 Pengembangan Masyarakat, sekretaris Bagian Komunikasi & Penyuluhan (KP), Bagian Sosiologi Pedesaan & Pengembangan Masyarakat (SPPM), Kependudukan, Agraria & Ekologi Politik (KAREP), sekretarias Komisi Penelitian, sekretaris Perpustakaan & Publikasi, sekretaris Komisi Kemahasiswaan, Alumni & Promosi, sekretaris Komisi Pengembangan SDM.

Tugas Gugus Kendali Mutu adalah:

  1. Melakukan monitoring terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik sesuai dengan prosedur, ketentuan, perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tujuan agar unit yang bersangkutan dapat memenuhi standar dan sasaran mutu yang telah ditetapkan.
  2. Melakukan evaluasi bersama Ketua Departemen, untuk tindakan korektif yang lebih dini terhadap pelaksanaan seluruh aktivitas penyelenggaraan akademik dan non-akademik di lingkup kerjanya,
  3. Pengkoordinasian pembuatan laporan evaluasi diri mengikuti standar-standar dan parameter yang telah ditentukan.  GKM dibentuk melalui SK Ketua Departemen/SK.  Dalam implementasi sistem penjaminan mutu, Kantor Manajemen Mutu (KMM), Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dan Gugus Kendali Mutu (GKM) berkoordinasi untuk mencapai sasaran mutu yang ditetapkan.

Hubungan GKM dan Audit Internal:

Pelaksanaan Program, yaitu Ketua Departemen bertanggungjawab atas tersusunnya spesifikasi program, pelaksanaan program dan aktivitas, dan tercapainya sasaran mutu serta terlaksananya pengawasan kualitas produk dan layanan di unitnya.  Pelaksana program dibantu oleh GKM bertanggungjawab atas terlaksananya proses akademik dan non-akademik, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan hasil, serta perbaikan dan penyempurnaan seluruh kagiatan di unitnya.

Alur pelaksanaan penjaminan mutu di IPB menunjukkan KMM dibantu oleh Komite Penjaminan Mutu Institut (KPMI) membuat standar, sasaran mutu dan sistem penjaminan mutu tingkat institut.  Unit kerja melalui GPM dan GKM menjabarkan dan melaksanakan standar dan sasaran mutu yang telah ditentukan sesuai dengan ruang lingkup mandat unitnya masing-masing, sehingga dapat memenuhi sasaran mutu yang ditetapkan.

Prosedur asesmen internal melibatkan seluruh organisasi penjaminan mutu yang ada di IPB dan berakhir dengan dilaporkannya hasil asesmen internal kepada Rektor oleh KMM.

  • Menjabarkan kebijakan mutu departemen/fakultas.
  • Mengisi Borang Asesmen Mutu Akademik IPB (departemen/fakultas).
  • Menyusun dokumen evaluasi diri Program Studi sarjana (khusus departemen).
  • Menetapkan standar mutu departemen/fakultas.
  • Menyusun sasaran mutu (2009-2012).
  • Menyusun POB yang relevan/spesifik di departemen/ fakultas

Umpan Balik dari

Isi Umpan Balik

Tindak Lanjut

(1)

(2)

(3)

Dosen

Dari pengumpulan data melalui borang EPBM yang dilakukan setiap akhir semester diperoleh informasi mengenai penilaian mahasiswa tentang situasi pembelajaran selama 1 semester yang mereka ikuti

Hasil EPBM dibagikan kepada tiap dosen pengampu mata kuliah agar dosen dapat melakukan evaluasi pada proses pembelajaran selanjutnya

Departemen member sertifikat bagi Dosen yang nilai EPBM di atas 3

 

Mahasiswa

Kemampuan menulis mahasiswa rendah

  • ·    Memberi kesempatan ke­pa­da dosen agar dapat menjadi pembim­bing kegi­atan PKM mahasiswa se­hing­ga ma­­hasiswa ter­bi­a­sa menulis
  • ·    Memfasilitasi mahasiswa agar sering terlibat dalam lomba karya ilmiah
Alumni
  • ·    Melalui tracer study, alumni menyarankan agar depar­temen melakukan sosialisasi gelar sarjana Departemen SKPM agar tidak kesulitan melamar pekerjaan
  • ·    Alumni menyarankan mem­buat program peningkat­an soft skill
  • ·    Sosialisasi gelar lulusan kepada instansi yang berpotensi dimasuki oleh alumni SKPM yang diprakarsai oleh fakultas
  • ·    Masukan dari alumni tentang pengembangan soft skill ditindaklanjuti dengan mendukung kegiatan mahasiswa di luar jalur akademik, juga meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam ajang ilmiah baik dalam dan luar negeri
Pengguna lulusan
  • ·    Performa lulusan (penam­pilan fisik) tidak meyakinkan dan kemampuan Bahasa Inggris lulusan rendah.
  • Pengguna tidak mengetahui kompetensi lulusan sehingga lulusan ditolak ketika nmelamar di instansi pemerintahan
  • ·    Sosialisasi aturan pakaian di tingkat mahasiswa agar mahasiswa terbiasa menam­pilkan diri secara meyakinkan di hadapan pengguna lulusan
  • Menyertakan keterangan kompetensi lulusan seba­gai dokumen yang tak terpisahkan dari ijazah