Rata-rata waktu tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan yang pertama = < 3 bulan bulan.  Persentase lulusan yang bekerja pada bidang yang sesuai dengan keahliannya =  50%

Kuesioner Tracer Study Alumni KPM disebar melalui facebook. Ada 17 orang alumni KPM angkatan 42 yang menanggapi dan mengisi kuesioner tersebut. Berdasarkan studi pelacakan tersebut, 82,35 persen lulusan mendapatkan pekerjaan dengan mencari secara aktif dan sisanya, 17,65 persen lulusan memperoleh pekerjaan karena mendapatkan tawaran bekerja. Informasi mendapatkan pekerjaan diperoleh lulusan melalui suratkabar sebesar 52,94 persen, 35,29 persen melalui internet, sisanya 11,77 persen melalui kenalan, televisi, himpunan alumni dan job fair. Hampir semua lulusan (70,59%) memperoleh pekerjaannya yang sekarang melalui tes/seleksi, 17,65 persen melalui tawaran, sisanya 11,76 persen melalui rekomendasi tanpa tes dan ikatan dinas. Masa tunggu lulusan hingga mendapatkan pekerjaan adalah < 3 bulan (58,82%), 3-6 bulan (35,29%) dan telah bekerja sebelum lulus (8,89%). Kesulitan yang dihadapi oleh lulusan dalam memperoleh pekerjaan pertamanya adalah bidang minat tidak sesuai (76,47%), gaji yang diterima tidak sesuai dengan harapan (21,29%) dan kemampuan bahasa asing (2,24%). Dalam hal pindah pekerjaan sebesar 46,15 persen lulusan belum pernah pindah pekerjaan, 46,15 persen pernah sekali pindah pekerjaan dan 7,7 persen lulusan lainnya pernah pindah sebanyak dua kali. Hampir semua lulusan (70,59%) bekerja di lembaga swasta, sisanya 29,41 peresen lulusan bekerja di pemerintahan dan BUMN. Hampir semua lulusan yang bekerja (43,75%) menyatakan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah kurang berguna dalam tugas dan pekerjaannya yang sekarang, namun 50 persen lulusan menyatakan bahwa keterampilan yang diperoleh selama kuliah berguna dalam tugas dan pekerjaannya yang sekarang. Dalam hal kepuasan kerja, 50 persen lulusan yang telah bekerja menyatakan puas terhadap pekerjaannya yang sekarang.

Berdasarkan hasil studi pelacakan tersebut, maka perbaikan yang perlu dilakukan adalah mengembangkan secara terus menerus kurikulum yang sudah ada agar senantiasa relevan dengan kondisi masyarakat, meningkatkan keterampilan hardskills yang menunjang keilmuan, seperti kemampuan berbahasa asing (Inggris), teknologi informasi, juga mengembangkan keterampilan softskills, seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan pengembangan diri.