Bagian Komunikasi dan Penyuluhan (KP), Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia dibentuk dengan tiga rasionalitas sebagai landasan : legal-formal (yuridis), historis, dan ilmiah (scientific).  Ketiga landasan tersebut telah ada,  saling bertaut menguatkan dan saling melengkapi.

Pertama, landasan hukum pembentukan Bagian KP adalah keputusan Rektor IPB Nomor 178/K/13/OT/2005 tentang Bagian pada Departemen di lingkup Institut Pertanian Bogor IPB).  Merujuk pada konsideran Surat Keputusan tersebut yang berbunyi “… pembentukan bagian pada setiap departemen sangat diperlukan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi departemen, dan pengembangan keilmuan yang menjadi mandat dari masing-masing departemen”.  Selanjutnya juga dinyatakan bahwa”… tindak lanjut dari hasil penataan departemen, dan untuk memperlancar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi departemen sesuai dengan mandat dari masing-masing departemen sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Rektor IPB Nomor 001/K13/PP/2005 tentang Penataan Departemen di Institut Pertanian Bogor.

Kedua, landasan historis pembentukan Bagian KP telah sangat panjang dan kuat mengakar di IPB, bahkan sejak IPB masih menjadi Fakultas Pertanian Universitas Indonesia (UI).  Pada periode tahun 1947-1971, Penyuluhan Pertanian sebagai minor pada Fakultas Pertanian UI (Faculteit van Landbouwwetenschap, Universiteit van Indonesia).  Periode tahun 1971-1984 minor Penyuluhan Pertanian tersebut dikembangkan menjadi Jurusan Penyuluhan Pertanian, yang dipelopori oleh Prof. Dr. Sajogyo dan Ir. Gunardi, MA.  Kemudian periode tahun 1984-2000, dikembangkan menjadi Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) di Fakultas Pertanian IPB.  Sejak tahun 2000 sampai 2005 nama Program Studi PKP diubah menjadi Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat dan kurikulum dikembangkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan ketersediaan tenaga staf .  Selain di Fakultas Pertanian, sejak tahun 1980-an, Mata Kuliah yang menyangkut Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi dikembangkan di Laboratorium Kelembagaan dan Sosiologi Perikanan Fakultas Perikanan, dipelopori Ir. Sarib Murtadi, MSc dkk, sedangkan di Fakultas Peternakan dikembangkan sejak tahun 1976. Selain telah dikembangkan Bagian Penyuluhan dan mengelola Mata Kuliah Penyuluhan pada Program Sarjana (S1),  juga dikembangkan Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan (S2 dan S3) oleh Prof Dr. R. Margono Slamet dkk., dan pada tahun 1993 terakreditasi Unggul oleh Ditjen Dikti.  Pada tahun 1984, dikembangkan Program Studi Pascasarjana Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, yang berdasarkan SK Ditjen Dikti Depdikbud No 584/Dikti/Kep/1993 terakreditasi unggul.  Dengan demikian, Ilmu-ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan memiliki akar sejarah sangat panjang dan mengalami berbagai pengembangan dan penyempurnaan sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sumber daya manusia dosen.  Dengan demikian, secara organisatoris, ilmu-ilmu komunikasi dan penyuluhan telah melembaga, bahkan semenjak cikal bakal Fakultas Pertanian UI hingga IPB menjadi perguruan tinggi tersendiri sampai sekarang.

Ketiga, landasan akademis/ilmiah (scientific) pembentukan Bagian KP adalah eksistensi Ilmu-ilmu Penyuluhan Pembangunan dan Komunikasi Pembangunan, yang masing-masing sebagai disiplin ilmu yang cenderung aplikatif dalam upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan.  Perkembangan keilmuan Komunikasi dan Keilmuan Penyuluhan di IPB secara khas terwarnai oleh upaya-upaya pembangunan yang terjadi di Indonesia.  Secara kritis kedua keilmuan tersebut melihat sisi kelemahan dalam proses pembangunan di masa lalu dan melihat perlunya pengembangan pembangunan ke arah keadilan dan kesejahteraan bagi umat manusia di Indonesia menuju masyarakat yang komunikatif (madani), berdaya dan sejahtera (mandiri).  Sebagai pohon ilmu, Ilmu-ilmu Penyuluhan Pembangunan dan Komunikasi senantiasa tumbuh dan dikembangkan menjadi ilmu yang efektif, produktif, historis, dan kontekstual.