Landasan
Ada tiga alasan atau pertimbangan yang menjadi landasan dibentuknya Divisi (nama sebelumnya adalah Bagian) Kependudukan, Agraria, dan Ekologi Politik (KAREP), Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM). Pertama, pertimbangan legal-formal. Kedua, pertimbangan historis. Ketiga, pertimbangan ilmiah (scientific). Ketiga pertimbangan tersebut satu sama lain saling bertautan dan saling memperkuat. Tanpa salah satu pertimbangan tersebut kehadiran atau eksistensi suatu bagian menjadi tidak dapat dipertanggung jawabkan. Berikut diutarakan masing-masing alasan dimaksud.

  • Surat Keputusan Rektor IPB Nomor 178/K/13/OT/2005 tentang bagian pada departemen di lingkungan Institut Pertanian Bogor, merupakan alasan legal-formal dibentuknya Bagian KAREP di Departemen KPM. Dalam surat keputusan tersebut dinyatakan bahwa “…pembentukan bagian pada setiap departemen sangat diperlukan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi departemen, dan pengembangan keilmuan yang menjadi mandat dari masing-masing departemen”. Merujuk pada surat keputusan tersebut tampak bahwa setiap bagian di departemen mempunyai dua tugas utama: merancang dan memberikan mata kuliah (berikut dengan dosen), serta menyelenggarakan penelitian. Kedua kegiatan utama ini bermuara pada pengembangan keilmuan yang menjadi mandat divisi. Lebih lanjut pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Statuta Institut Pertanian Bogor, pasal 70 ayat 1, dikemukakan bahwa: Divisi berfungsi sebagai pelaksana pengembangan keilmuan, pelayanan mata kuliah, dan pengelolaan sumberdaya manusia sesuai dengan mandat dan ruang lingkup keilmuan tertentu.
  • Divisi KAREP mempunyai akar historis yang kuat pada mata kuliah kependudukan, agraria, dan ekologi manusia. Tiga mata kuliah ini telah lama menjaadi mata kuliah layanan dari Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB. Mata kuliah agrarian bahkan pernah diberikan pada periode 1955-1965 tatkala masih bernaung di bawah Fakultas Pertanian UI dan kemudian berubah menjadi IPB pada tahun 1963. Mata kuliah ini kemudian hilang dari peredaran sejalan dengan perubahan politik di Indonesia pada pasca 1967. Hilangnya mata kuliah juga menjadi penanda pudarnya perhatian pemerintah dalam memecahkan masalah-masalah agrarian yang justru semakin meningkat seiring dengan derap laju pembangunan. Berhembusnya angin reformasi pada tahun 1997 menempatkan kembali agrarian menjadi narasi dan diskursus di IPB. Tahun 2001 agraria hadir kembali menjadi mata kuliah resmi di Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi (selanjutnya berganti nama menjadi Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB. Matakuliah Kependudukan pertama kali diberikan ada tahun 1974 dalam bentuk mata kuliah demografi. Tingginya perhatian pemerintah dan masyarakat kala itu terhadap masalah-masalah demografi dan kependudukan membawa pengaruh diperluasnya mata kuliah demografi menjadi mata kuliah kependudukan pada tahun 1978. Sejak saat tersebut hingga kini mata kuliah kependudukan diberkan pada mahasiswa S1 dan S2 (Program Studi Sosiologi Pedesaan). Pada saat yang bersamaan (1974) ekologi manusia menjadi mata kuliah baru yang wajib diambil oleh para mahasiswa S2 Program Studi Sosiologi Pedesaan (SPD), sekolah pascasarjana IPB. Seiring dengan semakin meningkatnya krisis ekologi (manusia), pada awal 1990-an mata kuliah ini mulai diberikan pula kepada mahasiswa S1. Mengingat sejak awal mata kuliah ini dirancang bersifat interdisiplin, mata kuliah ini diambil pula oleh mahasiswa dari program studi atau departemen lain.
  • Bagian KAREP meramu dan mengasuh beberapa mata kuliah yang terhimpun dalam empat cabang keilmuan: kependudukan, agrarian, ekologi manusia, serta politik pertanian dan sumber daya alam. Empat cabang ilmu ini merupakan hybrid atau ramuan (cross over) dari beberapa disiplin ilmu, yakni: demografi, sosiologi, ekonomi, ekologi, politik, dan antropologi. Empat disiplin yang pertama boleh dikatakan merupakan akar primer, dan dua disiplin yang terakhir merupakan akar sekunder yang membentuk empat cabang ilmu yang diasuh Bagian KAREP. Dari akar dan cabang ilmu ini berkembang ranting-ranting pohon dalam wujud sejumlah mata kuliah. Gambar 1 dipaparkan akar, cabang, dan ranting pohon ilmu kependudukan, agraria, dan ekologi politik.