Puan Maharani: Solusi Pembangunan Manusia Ada di Fema IPB

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Puan Maharani, mengatakan solusi semua permasalahan menyangkut pembangunan manusia saat ini ternyata sudah ada di Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini disampaikannya saat orasi dalam rangka Dies Natalis Fema IPB ke-12 di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/8).

“Akhir-akhir ini saya rapat koordinasi tentang masalah Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam setiap rapat yang membahas tentang SDGs, saya mengundang semua ahli gizi terkemuka. Saya undang Menkes dan lain-lain yang terkait, tetapi masih belum ketemu solusi yang tepat. Namun, setelah melihat prestasi dan capaian Fema IPB, semua yang menjadi pekerjaan rumah saya sudah ada solusinya di sini. Ke depan, saya akan undang Fema IPB untuk membantu kami (pemerintah) guna bersama-sama mengatasi persoalan pembangunan manusia Indonesia,” ujarnya di hadapan ratusan sivitas akademika IPB.

Ke depan, fakultas yang hanya ada satu di Indonesia ini akan digandeng Kemenko PMK untuk membantu mengatasi semua persoalan tentang pembangunan manusia. Menurutnya, paparan singkat tentang Fema dan capaian-capaiannya telah menguraikan semua persoalan yang dihadapinya di Kemenko PMK.

“Setelah mendengarkan paparan tentang Fema, saya merasa pekerjaan rumah saya di Kemenko PMK sudah mulai terurai. Semua yang berat-berat saya serahkan ke Fema,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (8/8).

Rektor IPB Prof  Dr Herry Suhardiyanto mengatakan persoalan pangan dan gizi semuanya terkait dengan kompetensi yang ada di Fema. Beberapa tahun terakhir sejak berdiri tahun 2005, Fema sudah menunjukkan berbagai prestasi dan capaian.

“Selama 12 tahun berdiri, FEMA sudah mulai menunjukkan capaian dan prestasi yang membanggakan. Saya harap capaian ini menjadi penghela untuk membangkitkan semangat Fema ke depan,” ujarnya.

Adapun capaian-capaian yang dimaksud, kata Dekan Fema  Dr Arif Satria, dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), Fema telah menyampaikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai garis baru angka kemiskinan, menganalisis data mentah dari BPS tentang survei rumah tangga ekonomi, dan lain-lain.

“Goals kedua yaitu tentang pangan. Kami memiliki Program Gizi Anak Sekolah (Progras) yang diinisiasi tahun lalu. Progras ini tujuannya untuk peningkatan status gizi anak, edukasi gizi dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Sudah ada seribu siswa di seluruh Indonesia yang teredukasi. Progras ini bisa diduplikasi ke tempat lain. Dari hasil upaya kami untuk meningkatkan status gizi remaja, tingginya status anemia anak sekolah berhasil diturunkan,” ujar Dr  Arif.

Selain Progras, Fema juga mengembangkan kantin sehat terjangkau untuk mahasiswa Bidikmisi, kerja sama dengan Sari Husada. Hal itu dalam rangka peningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk penyempuraan program empat sehat lima sempurna.

Untuk program penyempurnaan empat sehat lima sempurna, Fema IPB telah mengedukasi 91 Posyandu dan sekira 4 ribu orang ibu yang sudah teredukasi. Selain itu, Fema juga bekerjasama dengan Pemkot Bogor membuat mobil anti galau, yakni pusat layanan konseling kesehatan dan gizi keluarga yang memberdayakan ibu-ibu PKK bogor.

“Dengan semua sumberdaya yang ada di Fema, tentu kita semua siap untuk menyupport Kemenko PMK,” ujarnya.

*sumber:republika.co.id

Indonesia Development Forum (IDF) 2017

Setelah dua bulan meminta surat kabar, 44 entri berisi gagasan terobosan tentang bagaimana menangani masalah ketidakadilan di Indonesia telah dipilih untuk dipresentasikan di Forum Perkembangan Indonesia (IDF) di Jakarta pada 9-10 Agustus 2017.

Sebanyak 44 pemenang dipilih dari ratusan entri di 11 sub tema yang diajukan oleh mahasiswa, akademisi, pembuat kebijakan, profesional pembangunan dan pemangku kepentingan lainnya dari seluruh Indonesia dan luar negeri, termasuk Australia, Malaysia, Jepang, Jerman, Belanda dan Denmark.

“Saya senang untuk mencatat bahwa kami menerima total 555 makalah dari masyarakat luas, termasuk mahasiswa. Ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia juga sangat peduli untuk mengurangi ketidaksetaraan di negara kita, “kata Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia.

“Kami telah memilih 44 dari kiriman ini untuk dipresentasikan di forum. Ini bagaimana BAPPENAS akan melibatkan masyarakat Indonesia sehingga kita dapat memiliki keragaman pandangan dan mungkin akan menemukan solusi inovatif baru. ”

BAPPENAS menjadi tuan rumah IDF dua hari, yang akan mengumpulkan pejabat tinggi pemerintah, pakar pembangunan, dan pemangku kepentingan utama lainnya untuk membahas solusi terhadap masalah ketidaksetaraan yang semakin mendesak.

Didukung oleh Knowledge Sector Initiative (KSI), sebuah program gabungan antara pemerintah Indonesia dan Australia, forum tersebut pada saat yang sangat penting ketika ekonomi terbesar Asia Tenggara beralih dari ekonomi manufaktur berbasis komoditas dan manufaktur rendah menuju yang lebih tinggi. Model pertumbuhan nilai tambah. Tanpa kebijakan inklusif yang kuat, transisi ini berisiko memperburuk ketidaksetaraan, membuat lebih banyak orang Indonesia ketinggalan.

“Salah satu tujuan utama Forum Pembangunan Indonesia adalah menginspirasi inovasi yang akan menciptakan terobosan bagi Indonesia, dan kami yakin makalah ini akan menjadi kontribusi yang signifikan untuk itu,” kata Petrarca Karetji, Pemimpin Tim KSI.

Dia menambahkan bahwa setiap tahun forum tersebut akan membahas dan mengangkat isu-isu kritis yang dapat mengganggu visi ideal Indonesia 2045. “Yang pertama adalah ketidaksetaraan dan tema tahun depan adalah Disparitas Daerah. Ini adalah proses untuk memperkuat jalinan bangsa. ”

Daftar pemenang untuk masing-masing dari 11 subtema tersebut adalah sebagai berikut:

1 Mengakhiri Siklus Korupsi dan Ketidaksetaraan
2 Dampak Inklusi Keuangan dan Kewirausahaan Sosial terhadap Ketimpangan Pendapatan
3 Masa Depan Petani Petani Kecil: Memberi Makan Dunia dan Mempertahankan Pendapatan
4 Ketidaksetaraan Perangkap di Dinamika Perkotaan
5 Teknologi dan Ketidaksetaraan: Dimana Kita dan Dimana Kita Akan Berada?
6 Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Bagaimana Haruskah Indonesia Beradaptasi terhadapnya?
7 Jaminan Sosial: Cara untuk Meningkatkan
8 Lihatlah ke Timur: Masa Depan Indonesia
9 Ketidaksetaraan dan Konteksnya
10 Kebijakan Fiskal dan Investasi Afirmatif untuk Mengurangi Ketidaksetaraan Pendapatan
11 Memerangi Kemiskinan dan Ketidaksetaraan melalui Penyediaan Layanan Dasar

*registrasi online:

Indonesia Development Forum (IDF) 2017

Socio Cultural and Gender Aspects in Communication of Agricultural Innovation in Tropical Ecosystem (SOGA CUTE)

DEPARTMENT OF COMMUNICATION AND COMMUNITY DEVELOPMENT (KPM) FACULTY OF HUMAN ECOLOGY – BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY (IPB)

SUMMER COURSE PROGRAMME 2017

Learning outcomes

After completing the Summer Course SOGA CUTE, the participant will be able to identify and to analyze socio-cultural and gender aspects on communication of agricultural innovation

Topics

a. Communication approach in multi stakeholders dialogues

b. Gender analysis and development (agriculture)

c. Participatory mapping for agricultural and rural development d. Collaborative planning in natural resources management

Methods

Mixed methods: lecturing, brainstorming, discussions, case studies, simulation, field trips, and seminars

Course duration

20 to 31 August 2017

Dept. SKPM FEMA IPB FEMA Building Floor 5, IPB Darmaga Campus, Bogor Telp./Facs: +62(0251)8627793

department-of-communicationand-community-development

Contact:

Dr. Siti Amanah (siti_amanah@apps.ipb.ac.id),

Dr. Sarwititi (sarwititi@gmail.com),

Dr. Ratri Virianita (ratri_virianita@yahoo.com)

*SUMMER COURSE PROGRAMME 2017 

 

Edisi Perdana Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

[SKPM] Untuk meningkatkan publikasi Departemen SKPM telah menerbitkan jurnal sains komunikasi dan pengembangan masyarakat. Pada edisi perdana ini terdapat 9 (sembilan) artikel yang mencirikan mandat keilmuan departemen.

Daftar isi jurnal:
  1. Hubungan antara Kinerja Program CSR dengan Potensi Konflik Sosial di Masyarakat Sekitar Wilayah Pertambangan (Widya Hasian Situmeang, Mahmudi Siwi)
  2. Modal Sosial dan Keberlanjutan Kelembagaan dalam Program CSR PT Tirta Investama di Kabupaten Cianjur Jawa Barat (Chintia Chintia, Fredian Tonny Nasdian)
  3. Analisis Efektivitas Program Pemberdayaan Anak Jalanan di Rumah Singgah Tabayun Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor (Dian Permata Sari, Titik Sumarti)
  4. Partisipasi Petani dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Program Agropolitan Belimbing di Bojonegoro (Surya Kinanti, Siti Amanah)
  5. Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial Kampanye Sustainable Seafood, WWF-Indonesia (Riski Bayuni Sagala, Yatri Indah Kusumastuti)
  6. Pemanfaatan Internet oleh Penyuluh Pertanian (Putri Eksanika, Sutisna Riyanto)
  7. Dampak Aktivitas Produksi Tambang Semen Tonasa terhadap Perubahan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Nurlaila Nurlaila, Endriatmo Soetarto)
  8. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Keluarga dalam Menentukan Penolong Persalinan (Wenny Dwiharyenti, Ekawati Sri Wahyuni)
  9. Kontestasi Pengetahuan Negara, Swasta dan Masyarakat dalam Pengelolaan Program Corporate Social Responsibility (Mahmudi Siwi)

 

SKPM Terbitkan Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

[SKPM] Jurnal ilmiah bermutu yang sesuai dengan SKPM semakin dibutuhkan. Data setinggi 97% Studi Pustaka yang berisi jurnal elektronik, yang ditelaah para dosen pembimbing. Untuk menyediakan rujukan yang berkualitas, maka Departemen SKPM menerbitkan Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (JSKPM).

Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (JSKPM) merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel hasil penelitian dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan dan pengembangan masyarakat. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (JSKPM) diterbitkan dalam versi online dan cetak. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya penelitian terkait dengan mandat keilmuan Departemen SKPM.

Mulai tahun ini, skripsi-skripsi yang dihasilkan oleh lulusan SKPM secara khusus dimuat dalam Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (JSKPM). Jurnal terbit 6 kali dalam setahun, dengan isi 7-15 skripsi SKPM. Jurnal juga bisa berisi karya ilmiah lain yang sesuai dengan tema komunikasi, penyuluhan, kajian agraria, kependudukan, ekologi, politik, sosiologi pedesaan, pengembangan masyarakat (seluruh divisi SKPM).

Pendaftaran Ulang Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap VIII Tahun Akademik 2016/2017

PENGUMUMAN

                          No. 65/IT3.18/DT/2017                           

tentang

Pendaftaran Ulang Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap VIII Tahun Akademik 2016/2017 Program Pendidikan Doktor (S3), Magister (S2), Profesi Dokter Hewan dan Sarjana (SI)

 

Diberitahukan kepada para calon lulusan bahwa Upacara “Wisuda dan Penyerahan Ijazah” Tahap VIII Tahun Akademik 2016/2017 Program Pendidikan Doktor, Magister, Profesi Dokter Hewan dan Sarjana akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2017 bertempat di Grha Widya Wisuda (Grawida) Kampus IPB Dramaga, dengan rangkaian Upacara “Wisuda dan Penyerahan Ijazah” mulai pukul 07.30 s/d 12.00 WIB.

 

PENDAFTARAN ULANG:

Bertempat di Loket Pelayanan Akademik (LOKET 2), Dit.AP IPB, Gedung Andi Hakim Nasoetion Lantai I, Kampus IPB Dramaga, dimulai tanggal 10 s/d 14 Juli 2017 setiap hari kerja pukul 08.30 s/d 15.00, untuk Pengambilan Undangan Wisuda, Peminjaman Toga, Pemotretan bagi yang belum difoto.

JADWAL PENDAFTARAN ULANG “WISUDA dan PENYERAHAN IJAZAH”

Pendaftaran Ulang “Wisuda dan Penyerahan Ijazah” (pengambilan Undangan dan peminjaman Toga) Program Pendidikan Doktor, Magister, Profesi Dokter Hewan dan Sarjana IPB Tahap VIII Tahun Akademik 2016/2017 di LOKET PELAYANAN, Direktorat Administrasi Pendidikan (Dit. AP) adalah sebagai berikut:

  1. SENIN, 10 Juli 2017 untuk:
  • FAPERTA (A), FKH & PDH (B), FAPET (D), dan
  • Sekolah Pascasarjana.
  1. SELASA, 11 Juli 2017 untuk:
  • FPIK (C), FAHUTAN (E), dan
  • Sekolah Pascasarjana.
  1. RABU, 12 Juli 2017 untuk:
  • FEM (H), FEMA (I)dan
  • Sekolah Pascasarjana.
  1. KAMIS, 13 Juli 2017 untuk:
  • FATETA (F), FMIPA (G), dan
  • Sekolah Pascasarjana.
  1. JUM’AT, 14 Juli 2017 untuk:
  • Calon Wisudawan yang belum mendaftar ulang pada jadwal yang telah ditentukan.

 

Demikian Informasi ini kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.

VACANCY ANNOUNCEMENT FIELD OFFICER FOR INTERNATIONAL RESEARCH PROJECT (with potential for joint PhD supervision)

VACANCY ANNOUNCEMENT FIELD OFFICER FOR INTERNATIONAL RESEARCH PROJECT
(with potential for joint PhD supervision)
Background

The international research project ‘IndORGANIC – The societal transformation of agriculture into bioeconomy – Turning Indonesia organic?’ invites applications for a fulltime position as field officer available immediately. IndORGANIC is a collaborative research project between the University of Passau, Indonesian Organic Alliance, Bogor Agricultural University, and Atma Jaya University in Yogyakarta, which aims at analysing the current state and potential of organic farming in Indonesia to improve food sustainability in the long run. Agriculture is conceptualised as part of a bioeconomy with finite resources and dependent on ecological processes that require management to grow food. Adopting an inter- and transdisciplinary approach IndORGANIC seeks to analyse organic farming as an alternative to highly problematic conventional agriculture from the perspectives of sustainability, society and economy. To this end, the project integrates the analysis of beliefs as a motivator of human behaviour, of gendered institutions (which may benefit the organic sector or put it at a disadvantage), and evaluate the favourable conditions for transition to organic farming by local farmers.

Responsibilities

The candidate is expected to assist the German and Indonesian based research members during the project period by taking care of the following tasks:
1. Assist with coordination, translation and organization on the ground for carrying out the primary qualitative and quantitative data collection

2. Coordinate and enable the gathering of qualitative and quantitative data within the study communities

3. Assist in jointly recruiting, coordinating, and training enumerators in collecting primary qualitative and quantitative data

4. Set up and facilitate contacts with relevant stakeholders concerned with the subject matter, such as government bodies, NGOs, individuals, communities, farmer associations, universities, research institutions, and development organizations

5. Assist in the collection of secondary data and research documented in the Indonesian grey literature

6. Coordinate administrative matters between German based researchers and Indonesian project partners, including financial documentation and budget administration

7. Support in setting up stakeholder workshops and information sharing seminars

8. Support in the reporting and dissemination of outcomes using various media

Requirements
1. Master degree in sociology, geography, anthropology, development economics, or a related field possibly with the ambition to engage in doctoral studies

2. Good knowledge of quantitative and qualitative research methods

3. Experienced in empirical primary and secondary data collection

4. Good command of English

5. Excellent organization and communication skills

6. Experienced in working with local communities and authorities

7. Skills in data analysis, synthesis and provisions of relevant recommendations

8. Knowledge of local socio-economic development is preferable

9. Experienced in working in an intercultural team is preferable

10. Good understanding of organic farming and project area is preferable

Appointment and remuneration

The position of the field officer shall be filled as soon as possible. The post is part time with a flexible working load corresponding to the schedule of the different project activities. It has a fixed term lasting until November 2019. The successful candidate will be stationed at Bogor Agricultural University. Remuneration is in line with pay grade of Indonesian public-sector salary scale, with the applicable social benefits (further details will be provided during the interviews). If desired, the position may lead to undertaking a PhD under joint supervision by the University of Passau and Bogor Agricultural University.

Application procedure

To apply, please send a single pdf file comprising a cover letter, your CV and a letter of motivation to Dr. Viola Schreer (Viola.Schreer@uni-passau.de) no later than 1st of June 2017. Interviews will be held via skype on the 13th and 14th of June 2017.
A more detailed project description can be found at: http://www.wiwi.unipassau.de/en/development-economics/research/indorganic/.
For further information concerning the position, please contact Dr. Siti Amanah (siti_amanah@apps.ipb.ac.id) at the Department of Communication and Community Development Sciences, Bogor Agricultural University, or Dr. Viola Schreer at the Chair of Comparative Development and Cultural Studies – Southeast Asia, University of Passau.

*download pdf

LOKER SKPM Mei 2017

LOKER SKPM Mei 2017

Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni IPB bekerjasama dengan (Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada tautan dibawah ini).

membuka kesempatan bagi lulusan maupun alumni untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Program Sinergi S1-S2 tahun akademik 2017/2018

Program Sinergi  S1-S2 tahun akademik 2017/2018

Pendaftaran program sinergi S1-S2 kembali dibuka pada tahun akademik 2017/2018. Sesuai dengan prosedur yang ada, mahasiswa SI semester 6 yang beminat mengikuti program ini dapat mendaftarkan diri melalui departemen homebase masing-masing.
Departemen sudah dapat menyampaikan nama-nama calon peserta kepada Sekolah Pascasarjana IPB paling lambat satu bulan sebelum semester ganjil tahun akademik 2016/2017 dimulai.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terimakasih.