2 Hal Yang Bisa Kamu Dapat Saat Ikut Turun Lapang SKPM

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) salah satu strategi pembelajarannya adalah dengan mengajak mahasiswa untuk tinggal bersama masyarakat, terutama pedesaan. Kegiatan ini biasa di sebut dengan turun lapang atau praktek lapang atau mahasiswa sering menyebutnya sebagai turlap. Lalu, apa yang didapatkan oleh mahasiswa ketika turun lapang? Paling tidak ada 2 hal yang di dapat mahasiswa saat turun lapang.

(1) Turun lapang mengajarkan pemahaman teori dengan melihat realitas sosial di masyarakat

Saya sangat bahagia ketika dihadapkan pada situasi ada praktek lapang. Ya, pertama memang menguras biaya, tapi itu tak sebanding dengan beribu ilmu yang saya dapatkan ketika di lapang dan itu memberikan cara kepada saya untuk pendekatan ke warga, mengobrol, mengasah kemampuan analitis, cara mengulik informasi dengan wawancara mendalam yang bisa saya aplikasikan seutuhnya. Metode belajar bukan hanya menerima teori dan pengalaman dari sang pemateri, namun praktek langsung merupakan cara terbaik untuk bisa mengerti, terlebih cara prakteknya dihadapkan pada situasi untuk bisa mengerti materi yg tersampaikan pada saat melakukan turun lapang.

(2) Turun lapang meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan masyarakat

Kedua, saya berada di jurusan yang erat dengan kehidupan sosial yang sasarannya adalah masyarakat. Dalam mengembangkan masyarakat, perlu transfer pengetahuan melalui interaksi. Untuk melakukan hal tersebut perlu pendekatan. Dan untuk melakukan pendekatan yang terbaik perlu berulang-ulang agar saat berhadapan dengan masyarakat tidak canggung apalagi saat melakukan teknik partisipatif salah satunya FGD.

Maka, beruntunglah bagi orang yang sering ke lapang karena menjadikan kita sebagai mahasiswa yang siap mental dan berpengalaman dalam terjun ke masyarakat. Dan bersenang lah ketika harus turun lapang, karena panggilan untuk mengupgrade diri kembali datang.

Keterangan: tulisan ini dikutip dari status Line mahasiswa SKPM (Anugerah Muhammad Zulfikar/SKPM 50)

Di SKPM, Saya Belajar Fenomena dan Keberpihakan pada Masyarakat Pedesaan

Barangkali banyak yang bertanya, ketika kuliah di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB apa saja yang dipelajari? Departemen SKPM merupakan departemen yang mendapat mandat keilmuan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial. Lalu apa yang diperoleh ketika kamu kuliah di SKPM? Berikut ungkapan dari Ghifari Ramdhan yang merupakan mahasiswa SKPM angkatan 49 dan mengambil jalur akselerasi (lulus 3,5 tahun):

SKPM merupakan satu-satunya jurusan sosial yang ada di IPB. Di sini kita belajar memahami fenomena-fenomena sosial yg berkembang di masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. SKPM mengambil sikap bagaimana kita selalu berpihak masyarakat kecil atau masyarakat minoritas yang tidak jarang menjadi pihak yang dirugikan di setiap kebijakan pemerintah atau pun korporasi. Di SKPM kita belajar berpolitik hingga aras akar rumput. Disini kita belajar bermasyarakat, memahami masyarakat dan membantu masyarakat.

SKPM, Tidak Sekedar Teori, tapi juga Empati, Keberpihakan dan Menghargai Perbedaan

Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) adalah departemen yang menarik perhatian saya untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. Awalnya memang sangat asing mendengar nama departemen ini. Saya beserta teman-teman yang lain juga baru pertama kali mendengar nama departemen ini. Maklumlah, jurusan yang populer untuk anak IPA adalah kedokteran, farmasi, sains, atau teknik. Tapi nama departemen ini akhirnya membawa saya untuk menetapkan satu-satunya pilihan saya pada SNMPTN Undangan tahun 2012. Ya, saya hanya memilih Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor dari tiga pilihan yang bisa saya pilih.

Setelah menjadi bagian dari departemen ini selama kurang lebih 3,5 tahun, saya menyadari bahwa keputusan yang telah saya ambil tidak salah. Saya mendapatkan banyak hal dari departemen ini. Dosen yang memiliki kredibilitas yang tinggi, mata kuliah yang mampu membuka wawasan baru, pelayanan yang cepat dari staf yang handal, dan teman-teman seperjuangan yang mengagumkan.

SKPM tidak hanya mengajarkan saya tentang teori tapi juga tentang kehidupan. Tentang bagaimana cara berempati, tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan baik, tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih peka, tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, tentang bagaimana cara membangun hubungan baik, tentang bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri, tentang bagaimana cara menghargai perbedaan, dan tentang bagaimana cara kita bersyukur atas apa yang kita miliki.

SKPM adalah paket lengkap dengan racikan mata kuliah yang luar biasa dan didukung oleh penyampaian dosen yang komunikatif. Jadi apakah ada alasan untuk tidak memilih departemen ini? Saya rasa jawabannya tidak.

Ditulis oleh: Azkiyyatus Syariifah (SKPM 49)

 

6 Hal Yang Bisa Kamu Dapat Saat Kuliah di SKPM

Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), salah satu jurusan yang terdapat di dalam Fakultas Ekologi Manusia (IPB), merupakan jurusan yang pertama kali saya tahu, lihat dan dengar pada tahun 2012 lalu. Awalnya, saya pilih jurusan ini hanya karena dari namanya saya merasa sesuai dengan cita-cita dan hobi saya yaitu ‘berinteraksi langsung dengan masyarakat’.  Namun, setelah mendapat kesempatan menjadi bagian dari SKPM sampai tahun 2016 ini dan semoga bisa sampai puluhan tahun ke depan, saya semakin merasa jurusan ini telah menjadi sarana yang sangat baik untuk saya dalam belajar memahami kehidupan.

(1) Belajar menjadi teman hidup yang baik

Belajar di SKPM adalah belajar menjadi teman hidup yang baik. Di sini saya diajari agar komunikasi antar sesama manusia berlangsung efektif. Artinya, hal yang saya sampaikan diterima dengan makna yang sama oleh pendengar (penerima pesan). Hal yang tak kalah penting di sini adalah saya diajari cara untuk menjalin hubungan baik antara sesama manusia yaitu dengan menjadi pendengar yang baik dan menjadi pribadi yang baik mulai dari penampilan, gaya berbahasa, gerak tubuh, ekspresi wajah dan cara memberikan respon yang baik kepada orang lain yang bercerita pada kita.

(2) Belajar berbaur dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat

Belajar di SKPM adalah belajar berbaur dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, belajar mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan banyak orang, belajar bersikap profesional dalam dunia kerja dan belajar untuk menggunakan bahasa dan berperilaku sesederhana mungkin ketika berkomunikasi dengan masyarakat yang memerlukan bantuan.

(3) Belajar membantu masyarakat bukan dengan cara memberi ikan tapi membantu masyarakat dengan mengajarkan bagaimana cara membuat jala

Belajar di SKPM adalah belajar membantu masyarakat bukan dengan cara memberi ikan tapi membantu masyarakat dengan mengajarkan bagaimana cara membuat jala, teknik untuk menangkap dan cara membudidayakan ikan dengan baik. Artinya, membantu agar masyarakat mandiri, memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan tidak tergantung atau pasrah menerima pada bantuan dari pihak lain. Selain itu, di sini saya juga belajar melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi hasil sehingga istilah “Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat” berhasil diaplikasikan.

(4) Belajar memihak

Belajar di SKPM adalah belajar memihak. Belajar menetapkan keberpihakan pada kelompok yang lemah, masyarakat kecil dan kelompok tertindas. Belajar menjadi fasilitator bagi mereka untuk keluar dari keadaan tertindas, melakukan aliansi (membentuk jaringan kerja sama) dan advokasi (upaya untuk mempengaruhi sikap pembuat kebijakan) agar kepentingan masyarakat terpenuhi.

(5) Belajar menjadi ahli politik lingkungan dan sumber daya

Belajar di SKPM adalah belajar menjadi ahli politik lingkungan dan sumber daya. Belajar memahami akar penyebab masalah, menganalisis aktor (pihak yang terlibat) dalam suatu masalah dan belajar melakukan pembangunan dengan filosofi ekosentrisme dan perspektif deep ecology. Artinya, menempatkan kepentingan manusia setara dengan kepentingan alam.

(6) Belajar menyadari kemampuan diri sendiri

Belajar di SKPM adalah belajar menyadari kemampuan diri sendiri. Sadar kalau kami perlu orang lain untuk melengkapi. Sadar kalau kami perlu ilmu dari bidang lain untuk membulatkan. Sadar kalau kerja sama antar bidang keilmuan adalah cara terbaik untuk memperbaiki negeri. Sadar kalau kami masih belajar dan akan terus belajar sehingga sangat memerlukan doa dan dukungan dari banyak pihak agar kami tetap semangat dan mengamalkan ilmu yang telah kami dapatkan.

Artikel ditulis oleh Hanifah Firda Fauzia Gunadi (SKPM 49)