Wira Fuji Astuti | Dampak Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

ABSTRAK

WIRA FUJI ASTUTI. Dampak aktivitas pertambangan tanpa izin terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Di bawah bimbinganIVANOVICH AGUSTA dan MAHMUDI SIWI.

Pertambangan sebagai salah satu sektor industri utama dalam  tatanan ekonomi global memiliki posisi dominan dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat baik di negara maju dan berkembang. Sektor industri ini berdampak sangat signifikan baik pihak perusahaan maupun masyarakat seperti membuka lapangan kerja bagi penduduk setempat, menambah pendapatan asli daerah dan juga berdampak terhadap lingkungan. Kehadiran industri ini menyebabkan mata pencaharian masyarakat tidak lagi terbatas pada sektor pertanian dalam memenuhi kehidupan keluarga, tetapi telah meluas ke usaha lainnya. Sektor ini juga berdampak pada tingkat aktivitas masyarakat untuk bekerja sebagai peambang liar dan selanjutya  mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauhmana faktor-fator pendorong munculnya pertambangan liar mempengaruhi tingkat tingkat aktivitas gurandil. Tujuan lainnya adalah menganalisis sejauhmana dampak aktivitas pertambangan tersebut mempengaruhi tingkat kesejahteraan gurandil karena diduga terdapat hubungan antara faktor pendorong dan tingkat aktivitas gurandil dengan tingkat kesejahteraan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode acak sederhana (simple random sampling).  Hasil dari penelitian akan menggunakan ranks pearman untuk menganalisis hubungan antar variabel.

Kata Kunci: Tingkat aktvitas pertambangan liar, tingkat kesejahteraan

 

ABSTRACT

WIRA FUJI ASTUTI. The Impact Of Mining Activities Without The Permission Of The Local Socio- Economy Conditions. Supervised by IVANOVICH AGUSTA and MAHMUDI SIWI

Mining as one of the major industrial sectors in the global economic order has a dominant position in the socio-economic development in both developed and developing countries. The industrial sector is very significant impact both the company and the community as open employment for the local population, increase revenue and also have an impact on the environment. The presence of this industry led to the people’s livelihood is no longer limited to the agricultural sector in fulfilling family life, but has spread to other businesses. Other than that, this sector impact on the level of activity of the community to work as illegal miners and will affect the level of welfare. The purpose of this study is to analyze the extent of the factors driving the emergence of illegal mining affects the level of activity illegal miners. Another purpose of study is to analyze the extent of the impact of the mining activities affect the level of welfare for allegedly there is a relationship between the driving factors and the level of mining activity at the level of welfare. The method used in this study is a randomized method (simple random sampling). The results of the research will be used to analyze the Spearman rank correlation between variables.

Keywords: Level of illegal mining activities, the level of welfare

Download: ABSTRAK

Desi Rosita | Analisis Hubungan Gender dengan Strategi Nafkah

ABSTRAK

Untuk membuat petani lebih sejahtera tanpa harus mengubah pola nafkah dasar mereka dalam bidang pertanian adalah dengan memberikan strategi pola nafkah ganda untuk mewujudkan kesejahteraan petani yang berasaskan kemandirian dan keberlanjutan. Dampak dalam penghidupan keberlanjutan pada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain faktor alam, faktor sumberdaya manusia, faktor ekonomi, faktor sosial, serta faktor fisik yang dapat mempengaruhi kesejahteraan petani. Tingkat kesejahteraan yang tinggi mewujudkan tingkat pendapatan yang diperoleh oleh petani juga tinggi sebagai obyek pengelolaan pola nafkah (on-farm dan off-farm), karena pendapatan merupakan suatu aspek yang dapat menyumbangkan sumberdaya secara finansial yang dimaksudkan dalam bentuk pengelolaan diversifikasi usaha rumah tangga serta adanya faktor-faktor yang mempengaruhi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor diversifikasi yang hubungannya dengan diversifikasi yang dilakukan oleh rumah tangga petani dan menganalisis sejauh mana hubungan diversifikasi usaha rumah tangga petani dengan tingkat kesejahteraan. Dalam menganalisis diversifikasi usaha terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga petani dapat menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner serta metode kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam.

Kata Kunci: pola nafkah ganda, strategi sosial dan ekonomi, pendapatan, diversifikasi penghidupan berkelanjutan

 

ABSTRACT

To make the peasants more prosper withoutchange theirmaintenance pattern of money on farm is by givingdouble strategy maintenance of money to overcome their welfare and form their prosperity based on self-relience and sustainability. The impact of livelihood sustainable is based on several factors, including other natural factors, human resource factors, economic factors, social factors, and physical factors can affect to the welfare of farmers. Realize a high level of welfare level of income which earned by farmers is also high as a living object pattern management (on-farm and off-farm), because income is an aspect that can contribute financially resources that referred to the form of management of domestic business diversification and the presence of the other influence factors. The purpose of this study was to analyze factors that related to the diversification which related to the diversification that been done by the farmer households and to analyze the extent of which the diversification of farm households on welfare is related. In analyzing the diversification of the household welfare level farmers can use quantitative methods by distributing questionnaires, meanwhile the qualitative methods is by interviewing conducted by deep-interview.

Keywords: double living patterns, social and economic strategies, income, sustainable livelihoods diversification

AMI KUSUMA HANDAYANI | DAMPAK INDUSTRI PERTAMBANGAN TERHADAP PERUBAHAN GAYA HIDUP MASYARAKAT DESA PANGKAL JAYA KECAMATAN NANGGUNG

ABSTRAK

Keberadaan industrialisasi bagi Indonesia sebagai salah satu negara sedang berkembang adalah pilihan strategi dalam model pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi. Pemilihan model kebijakan industrialisasi ini berdampak pada dinamika industrialisasi pertanian di pedesaan. Kondisi industrialisasi pertanian, dalam hal ini sektor pertanian telah mengalami marginalitas akibat kebijakan-kebijakan negara yang tidak berpihak pada petani. Akibatnya industrialisasi pedesaan yang ada tidak bersinergi dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi petani di pedesaan. Kehadiran industri di suatu wilayah pasti akan menimbulkan reaksi dari masyarakat sebagai bentuk responnya. Berbagai perubahan yang terjadi akibat respons terhadap pembangunan industri dan dampak yang menyertainya akan beragam tergantung pada definisi subyektif yang dipengaruhi kepentingan pribadi dan nilai sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Dampak industri pertambangan dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat pedesaan dilihat dari perubahan aspek aktivitas, minat, dan pendapat seseorang. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauhmana dampak industri pertambangan mempengaruhi gaya hidup masyarakat pedesaan. Tujuan lainnya adalah menganalisis sejauhmana dampak industri pertambangan mempengaruhi respon masyarakat karena diduga terdapat hubungan antara dampak industri pertambangan dengan respon masyarakat pedesaan dan diduga terdapat hubungan antara dampak industri pertambangan dengan gaya hidup masyarakat pedesaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode acak sederhana (simple random sampling).  Hasil dari penelitian akan menggunakan rankspearman untuk menganalisis hubungan antar variabel.

Kata Kunci: industri, pertambangan, gaya hidup, respon masyarakat

ABSTRACT

The existence of industrialization for Indonesia as one of the developing countries is the choice of the strategy development model focused on economic growth. The selection of the model industrialization policy has an impact on the dynamics of the industrialization of agriculture in the countryside. Conditions of agricultural industrialization, in this case the agricultural sector has experienced marginality due to state policies that are not in favor of farmers. As a result, rural industrialization was synergy in order to promote the economic empowerment of rural farmers. Industrial presence in the region is bound to cause a reaction from the public as a form of response. Various changes that occur in response to industrial development and the accompanying impact will vary depending on a subjective definition of the affected private interests and social values of the society. The impact of the mining industry can affect people’s lifestyles countryside views of change aspects activities, interests, and one person’s opinion. Lifestyle is a pattern of life that is expressed in the activities, interests and opinions in spending money and how to allocate time. The purpose of this study is to analyze the extent of the impact of the mining industry affects the lifestyle of rural society. Another purpose of study is to analyze the extent of the impact of the mining industry for allegedly influencing public response relationship exists between the impact the mining industry with the response of rural communities and allegedly there is a relationship between the impact of the mining industry with the lifestyle of rural communities. The method used in this study is a randomized method (simple random sampling). The results of the research will use rankspearman to analyze the relationship between variables.

Keywords: industry, mining, lifestyle, community response

Siska Erma Lia | Peranan CD Worker dalam Pendampingan Program Green Posdaya CSR PT Holcim, Tbk

Corporate social responsibility adalah komitmen dari perusahaan kepada masyarakat dan lingkungannya, akibat dari aktivitas yang dilakukan perusahaan dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Tujuan dilaksanakannya program CSR oleh perusahaan adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar perusahaan. Salah satu program yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah Green Posdaya yang dilakukan oleh CSR PT Holcim, Tbk. Peranan CD Worker dalam pendampingan program Green Posdaya sangat penting keberadaannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat yang tercipta nantinya akan mendorong terciptanya kemandirian masyarakat disekitar perusahaan. Kemandirian masyarakat dapat berupa kemandirian material, intelektual dan manajemen. Oleh karena itu berdasarkan uraian di atas, tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan peranan CD Worker dalam pendampingan program Green Posdaya dengan tingkat partisipasi masyarakat.

Kata Kunci : CSR, CD Worker, Partisipasi, Kemandirian.

Riski Bayuni Sagala | Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial Kampanye Sustainable Seafood oleh WWF Indonesia

Sektor perikanan Indonesia memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi di Indonesia. Namun beberapa sumberdaya perikanan Indonesia telah mengalami eksploitasi berlebihan. Bahkan produksi tangkapan laut sudah menembus 82 persen melebihi persyaratan pemanfaatan optimal sebesar 80 persen. Berdasarkan hal tersebut, banyak pihak yang melakukan kampanye perlindungan perikanan Indonesia, salah satunya WWF. Kampanye tersebut bernama Kampanye Sustainable Seafood. Kampanye Sustainable Seafood menggunakan suatu strategi komunikasi pemasaran sosial untuk mencapai tujuannya, yaitu perubahan perilaku. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran sosial dan efektivitas komunikasi pemasaran sosial Kampanye Sustainable Seafood yang dilakukan oleh WWF Indonesia.

Kata kunci: Kampanye, WWF,  perubahan perilaku

 

Indonesian fisheries sector has an important role in the economic activities in Indonesia. But some Indonesian fishery resources have been overexploited. Even the production of marine catch has exceeded 82 percent exceeds the requirements of optimum utilization of 80 percent. Based on this, many parties Indonesian fishery protection campaign, one of the WWF. The campaign called Sustainable Seafood Campaign. Sustainable Seafood campaign using a social marketing communication strategy to achieve its objectives, changes in behavior. Therefore, this study aimed to analyze the communication strategy and the effectiveness of social marketing social marketing communications Sustainable Seafood Campaign conducted by WWF Indonesia.

Keywords:Campaign, WWF, behavior change

Tiffany Diahnisa | Hubungan Komunikasi Pemasaran dengan Kualitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kerajinan di Kota Bogor, Jawa Barat

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal dan nasional. Berbagai produk UMKM merambah pasar lokal, nasional, dan internasional. Begitupun peran UMKM dalam meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bogor. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Kota Bogor tahun 2009 berada pada kisaran 6,02 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan laju pada tahun 2008 yaitu sekitar 5,98 persen. Akan tetapi, masuknya perdagangan bebas ke Indonesia, menjadi hambatan bagi UMKM untuk bersaing dengan kualitas produk impor. Sehingga UKM memerlukan suatu komunikasi pemasaran melalui bauran promosi dan penggunaan media komunikasi pemasaran untuk terus bertahan dan berkembang. Oleh karena itu berdasarkan uraian di atas, tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis hubungan komunikasi pemasaran dengan kualitas daya saing UMKM kerajinan di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kata kunci: bauran promosi, daya saing UMKM, media

 

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) has an important role in local and national economy. Many MSME’s product penetrated local, national, and international market. Likewise the MSME’s role for increase Gross Regional Domestic Product (GRDP) Bogor. Based on data from the Central Statistic, rate economic growth of Bogor is 6,02 percent. This data increased compared rate in the last year is 5.98 percent. But, the penetrate of global market to Indonesia, become a MSME’s barriers for competing with the quality of imported product. So that the MSME need a marketing communication through promotion mix and use the media of marketing communication to survive and progress. Therefore based on that argue, the goal of this research is analysis the relevance marketing communications with the competitiveness quality of handycraft Micro Small and Medium Enterprises (MSME) in the city of Bogor, West Java.

Keywords: promotion mix, competitiveness of Micro Small and Medium Enterprises (MSME),media

Nadia Itona Siregar | Pengaruh Video Game Berunsur Kekerasan Terhadap Perilaku Agresif Remaja

Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, perkembangan ini turut mempengaruhi perkembangan pada media massa.  Perkembangan ini menyentuh media massa salah satunya adalah media audio visual.  Media audio visual terdiri dari televisi dan video game. Konten media audio visual ini semakin banyak mengandung unsur kekerasan.  Tidak dapat dipungkiri masyarakat khususnya para remaja terlena akan manisnya unsur kekerasan yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menumpulkan tingkat toleransi terhadap tindakan kekerasan. Paparan tindakan kekerasan yang ditayangkan pada program acara di televisi mampu membuat para penontonnya kehilangan tingkat toleransi terhadap kekerasan. Namun media audio visual seperti video game mempunyai dampak yang lebih besar dibandingkan dengan media televisi dalam mempengaruhi tingkat agresivitas remaja.  Video game mampu membawa para pemainnya masuk kedalam suasana yang sesuai dengan konten atau jenis permainannya seakan-akan para pemainnya diwakili oleh avatar dalam permainan tersebut. Sehingga media audio visual mempunyai peranan penting dalam membentuk dan meningkatkan tingkat agresivitas remaja khususnya video game. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pengaruh tingkat bermain video game berunsur kekerasan terhadap tingkat perilaku agresif remaja, dan menganalisis perbedaan faktor personal dan faktor situasional sebagai pembentuk perilaku bermain video game berunsur kekerasan dengan uji beda.

Kata kunci: perkembangan teknologi, media audio visual, kekerasan dalam video game, factor personal dan situasional.

 

The development of today’s technology so rapidly, this development has influenced the development of the mass media. The development of the mass media touches one of them is the audio-visual media. Audio-visual media consists of television and video games. Audio-visual media content is more and more an element of violence. It is inevitable people, especially teenagers will drift sweetness violent elements are packed in such a way so as to blunt the degree of tolerance to violence. Exposure to violence that aired on television programs are able to make the audience lose the level of tolerance to violence. But the audio-visual media such as video games have a greater impact than the television media in influencing the level of aggressiveness teenagers. Video games are able to bring the players enter the atmosphere in accordance with the content or type of game as if the players are represented by avatars in the game. So that the audio-visual media has an important role in shaping and improving the level of aggressiveness teens especially video games. The purpose of this study was to analyze the effect of differences in the level of playing violence video games against adolescent aggressive behavior level, and analyze the differences in personal factors and situational factors as forming behavior playing violent video games with different test.

Keywords: development of technology, audio-visual media, violence in video games, personal and situational factors.

Lingga Detia Ananda | Pengaruh Hambatan Komunikasi terhadap Efektivitas Komunikasi Antarbudaya

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi hambatan komunikasi yang terjadi, 2) mengidentifikasi efektivitas komunikasi antarbudaya, 3) menganalisis pengaruh hambatan komunikasi terhadap efektivitas komunikasi antarbudaya. Lokasi penelitian ini yakni di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi dengan pertimbangan banyaknya suku pendatang yang tinggal di desa tersebut untuk bekerja di pabrik industri sekitar desa. Penulis menggunakan metode penelitian survei explanatory (penjelasan), dengan pendekatan kuantitatif melalui instrumen kuesioner yang akan diberikan kepada responden, dan didukung oleh data kualitatif yang didapatkan melalui wawancara mendalam. Peneliti menggunakan empat filter konseptual Gudykunst dan Kim (1997) sebagai referensi hambatan komunikasi yang dapat mempengaruhi proses komunikasi. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah 50 pasangan pertemanan berbeda budaya, dan Uji statistik berupa Uji korelasi Rank Kendall Tau yang menuntut kedua variabel diukur sekurang-kurangnya dalam skala ordinal untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel, dan uji chi-square dengan untuk data nominal bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruhnya. Penyimpulan hasil penelitian dilakukan dengan mengambil hasil analisis antar variabel yang konsisten.

Kata kunci: Budaya, hambatan komunikasi antarbudaya, efektivitas komunikasi

This study aims to 1) to identify the barriers in communication that occurs, 2) to identify the effectiveness of intercultural communication, 3) to analyze the effect of the communication barriers to intercultural communication effectiveness. The research location is in Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi which many immigrants who lived in this village for work in industrial company that near from the village. The author uses an explanatory survey research methods, with a quantitative approach through a questionnaire instrument that will be given to the respondent, and supported by qualitative data obtained through in-depth interviews. The author Uses four filters conceptual written by Gudykunst and Kim (1997) as reference for describing the barriers in communication that may affect the communication process. This study uses simple random sampling as a sampling technique with 50 pairs of friends from different cultures, and a statistical test such as Kendall Tau Rank Correlation test that requires two variables measured at least on an ordinal scale to determine the relationship between the two of variables, and chi-square test with for nominal data that aims to see how they affect. Inference results of research carried out by taking the results of the analysis are consistent between variables.

Keywords: Culture, barriers in intercultural communication, communication effectiveness

Nindya Dewinta | Peran Pendamping dalam Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Holcim Indonesia Tbk dan Pemberdayaan Perempuan

Program pemberdayaan saat ini menjadi yang paling populer dalam aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan. Program tersebut tidak lepas dari peran pendamping, karena memiliki hubungan yang nyata terkait dengan efektivitas pencapaian tujuan pemberdayaan. Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan oleh PT Holcim Indonesia Tbk adalah pembentukan dua puluhGreen Posdaya yang tersebar di lima desa dan kebanyakan dari pesertanya adalah perempuan. Hal ini cukup tepat sasaran karena perempuan merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu diberdayakan. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran pendamping dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dan pemberdayaan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat peran pendamping dengan tingkat pemberdayaan perempuan dan menganalisis karakteristik perempuan dengan tingkat pemberdayaannya. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data dan informasi, melalui pendekatan kuantitatif yang didukung oleh pendekatan kualitatif.

Kata kunci: Corporate Social Responsibility (CSR), peran pendamping, pemberdayaan perempuan

Indah Erina Priska | Modal Sosial Pekerja Sektor Informal Pedesaan

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki perencanaan program yang diharapkan dapat mendukung proses pembangunan. Namun program pembangunan yang ada seringkali tidak merata dan kurang memperhatikan masyarakat yang berada di wilayah pedesaan. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat pedesaan yang mengalami hambatan ekonomi dan harus beralih sektor pekerjaan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Salah-satu peralihan yang terjadi adalah peralihan usaha dari sektor pertanian ke sektor informal. Peralihan sektor usaha ini akan mengakibatkan perubahan dan adaptasi baru bagi masyarakat khususnya dalam hal kepercayaan, jaringan, dan norma yang merupakan elemen atau unsur penyusun modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis stok modal sosial pekerja sektor informal pedesaan; menganalisis hubungan modal sosial terhadap tingkat keberhasilan usaha pekerja sektor informal pedesaan; dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya dinamika modal sosial pekerja sektor informal pedesaan. Penelitian yang akan dilakukan di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini akan menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh metode kualitatif.

Kata kunci: kepercayaan, jaringan, norma, interaksi sosial, keberhasilan usaha, dinamika