6 Hal Yang Bisa Kamu Dapat Saat Kuliah di SKPM

Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), salah satu jurusan yang terdapat di dalam Fakultas Ekologi Manusia (IPB), merupakan jurusan yang pertama kali saya tahu, lihat dan dengar pada tahun 2012 lalu. Awalnya, saya pilih jurusan ini hanya karena dari namanya saya merasa sesuai dengan cita-cita dan hobi saya yaitu ‘berinteraksi langsung dengan masyarakat’.  Namun, setelah mendapat kesempatan menjadi bagian dari SKPM sampai tahun 2016 ini dan semoga bisa sampai puluhan tahun ke depan, saya semakin merasa jurusan ini telah menjadi sarana yang sangat baik untuk saya dalam belajar memahami kehidupan.

(1) Belajar menjadi teman hidup yang baik

Belajar di SKPM adalah belajar menjadi teman hidup yang baik. Di sini saya diajari agar komunikasi antar sesama manusia berlangsung efektif. Artinya, hal yang saya sampaikan diterima dengan makna yang sama oleh pendengar (penerima pesan). Hal yang tak kalah penting di sini adalah saya diajari cara untuk menjalin hubungan baik antara sesama manusia yaitu dengan menjadi pendengar yang baik dan menjadi pribadi yang baik mulai dari penampilan, gaya berbahasa, gerak tubuh, ekspresi wajah dan cara memberikan respon yang baik kepada orang lain yang bercerita pada kita.

(2) Belajar berbaur dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat

Belajar di SKPM adalah belajar berbaur dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, belajar mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan banyak orang, belajar bersikap profesional dalam dunia kerja dan belajar untuk menggunakan bahasa dan berperilaku sesederhana mungkin ketika berkomunikasi dengan masyarakat yang memerlukan bantuan.

(3) Belajar membantu masyarakat bukan dengan cara memberi ikan tapi membantu masyarakat dengan mengajarkan bagaimana cara membuat jala

Belajar di SKPM adalah belajar membantu masyarakat bukan dengan cara memberi ikan tapi membantu masyarakat dengan mengajarkan bagaimana cara membuat jala, teknik untuk menangkap dan cara membudidayakan ikan dengan baik. Artinya, membantu agar masyarakat mandiri, memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan tidak tergantung atau pasrah menerima pada bantuan dari pihak lain. Selain itu, di sini saya juga belajar melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi hasil sehingga istilah “Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat” berhasil diaplikasikan.

(4) Belajar memihak

Belajar di SKPM adalah belajar memihak. Belajar menetapkan keberpihakan pada kelompok yang lemah, masyarakat kecil dan kelompok tertindas. Belajar menjadi fasilitator bagi mereka untuk keluar dari keadaan tertindas, melakukan aliansi (membentuk jaringan kerja sama) dan advokasi (upaya untuk mempengaruhi sikap pembuat kebijakan) agar kepentingan masyarakat terpenuhi.

(5) Belajar menjadi ahli politik lingkungan dan sumber daya

Belajar di SKPM adalah belajar menjadi ahli politik lingkungan dan sumber daya. Belajar memahami akar penyebab masalah, menganalisis aktor (pihak yang terlibat) dalam suatu masalah dan belajar melakukan pembangunan dengan filosofi ekosentrisme dan perspektif deep ecology. Artinya, menempatkan kepentingan manusia setara dengan kepentingan alam.

(6) Belajar menyadari kemampuan diri sendiri

Belajar di SKPM adalah belajar menyadari kemampuan diri sendiri. Sadar kalau kami perlu orang lain untuk melengkapi. Sadar kalau kami perlu ilmu dari bidang lain untuk membulatkan. Sadar kalau kerja sama antar bidang keilmuan adalah cara terbaik untuk memperbaiki negeri. Sadar kalau kami masih belajar dan akan terus belajar sehingga sangat memerlukan doa dan dukungan dari banyak pihak agar kami tetap semangat dan mengamalkan ilmu yang telah kami dapatkan.

Artikel ditulis oleh Hanifah Firda Fauzia Gunadi (SKPM 49)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*