E: skpm@apps.ipb.ac.id | LINE: @skpm_ipb
Artikel

Category

[SKPM IPB, 03/08] Gempa Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan pulau Jawa, Jumat (2/8/2019) pukul 19.03.21 WIB. Gempa yang berpusat gempa di Sumur, Banten dengan kedalaman 10 km sebagai mana yang diinformasikan oleh BMKG. Lalu hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko gempa? Dilansir dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang bisa dilakukan:...
Read More
HIMASIERA, SKPM IPB – Istilah unggul merupakan kata sifat yang sering kita dengar di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM). Baik itu yang diucapkan oleh dosen, asisten praktikum ataupun dalam obrolan antar mahasiswa, “Unggul sih,”  ucap mereka. Menurut kamu, kriteria seperti apa yang dapat mencirikan seorang mahasiwa menjadi unggul? Kriteria mahasiswa unggul Mahasiswa SKPM...
Read More
Program akselerasi yang diluncurkan sejak tahun 2009 merupakan program satu-satunya di IPB. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa lulus 3,5 tahun. Sejak dimulai, peserta terus mengalami penambahan yang signifikan. Lalu apa keunggulan program akselerasi? Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Program Akselerasi Mahasiswa Bisa Lulus 3,5 Tahun Normalnya, program sarjana lulus 8 semester atau...
Read More
  HIMASIERA, SKPM IPB – Akselerasi adalah salah satu program yang ada di departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia. Program ini memungkinkan mahasiswa SKPM untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun. Mungkin di antara pembaca – pembaca Himasiera Breaking News masih ada yang belum mengenal program ini, untuk itu mari mengenal lebih jauh...
Read More
Sedikit catatan, bahwa sektor informal menyerap 75% angkatan kerja nasional. Sektor ini eksis sejak Orde Baru atau bahkan sejak Indonesia merdeka. Ia hadir sebagai konsekuensi peralihan masyarakat tradisi ke ekonomi industri modern. Proses transformasi tersebut tak selalu mulus sebagaimana dialami juga oleh India, Thailand, Philipina dan negara-negara dunia ketiga lainnya. 1. Krisis Pedesaan Berawal dari...
Read More
[SKPM IPB] Kali ini kami tidak akan membahas seteru antara Dewi Perssik dengan Rosa Meldianti. Jika anda tertarik untuk mengetahui lebih detail mengenai hal itu silahkan membaca link berikut: Baca: Dewi Perssik Tantang Lagi Rosa Meldianti hingga Sebut Panjat Sosial Kami ingin membahas mengenai apa itu “Panjat Sosial”? Konsep “Panjat Sosial” saat ini sering dipakai oleh...
Read More
[SKPM] Moodle menjadi aplikasi pembelajaran daring yang paling populer hingga saat ini. Moodle selain gratis, fitur-fitur yang disediakan juga mendukung untuk proses interaktif meskipun tidak dilakukan tatap muka. Secara garis besar fitur di moodle terbagi menjadi dua. Pertama, fitur activity yang menyediakan semua bentuk fitur kegiatan untuk peserta belajar. Kedua, fitur resource yang menyediakan berbagai...
Read More
Indonesia mempunyai kekayaan dan potensi sumber daya genetik ternak sapi pedaging nasional, yang telah dimanfaatkan sebagai sumber pangan daging, tenaga kerja, energy, dan pupuk (Riady 2004). Dikarenakan ternak sapi potong memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan penting bagi kehidupan masyarakat serta menjadi mata pencaharian yang digeluti, maka dibentuklah Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Fokus utama pada...
Read More
Kompas, 8 Jan 2018, Ivanovich Agusta Sosiolog Pedesaan Setelah penetapan calon presiden dan legislator pada September 2018, desa bakal tumbuh menjadi bunga kampanye secara terselubung ataupun terbuka. Tanda-tandanya, sejak akhir 2017 sudah digalang afiliasi partai melalui rapat massa kepala desa, perangkat desa, hingga pengurus badan usaha milik desa (BUMDes). Bedanya, lima tahun lalu segenap politikus...
Read More
Hasil penelitian yang berjudul “MODAL SOSIAL DAN KEMISKINAN DI DUA DESA DI KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT” menujukkan bahwa terdapat hubungan antara modal sosial dengan kemiskinan di dua desa di kabupaten bogor. Penelitian yang dilakukan oleh Yemima Kristina Panggabean dan Djuara P Lubis di Desa Sukawangi dan Desa Sukamarmur dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan...
Read More
1 2 3 4