Tips dan Trik Lancar KKN Ala Dosen SKPM IPB

HIMASIERA, SKPM IPB – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB 2019 sudah semakin dekat. Tahun ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB menyelenggarakan tiga jenis KKN yang dapat diikuti oleh mahasiswa IPB, yaitu KKN Kebangsaan, KKN Bersama, dan KKN-Tematik.

Pada tahun 2019 ini KKN-T IPB mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Alam Berbasis Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan, Peningkatan Ekonomi Wilayah, dan Kelestarian Lingkungan Menuju Era Industri 4.0”. Tujuan pelaksanaan kegiatan KKN-T IPB adalah membantu memecahkan masalah pertanian dalam arti luas yang ada di masyarakat dan bersinergi dengan kegiatan pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. KKN-T IPB 2019 akan diikuti oleh 2550 mahasiswa dari 9 Fakultas di IPB yang melibatkan 262 Dosen Pembimbing Lapang dan 31 Koordinator lapang. Kegiatan KKN-T IPB 2019 dilaksanakan di 31 kota dan kabupaten yang tersebar di 12 Provinsi Indonesia. Untuk mempersiapkan kegiatan tahunan ini, LPPM IPB telah melakukan berbagai hal, diantaranya dengan menyelenggarakan Kuliah Pembekalan Umum Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Sabtu (30/3), dan juga Kuliah potensi wilayah lokasi KKN-T pada Sabtu (6/4).

Sehubungan dengan tema yang diusung, Mahmudi Siwi, selaku salah satu Dosen Pembimbing Lapang menjelaskan alasan adanya unsur pemberdayaan masyarakat pada tema KKN-T tahun ini “Selama ini kan KKN ditujukan agar mahasiswa belajar, agar tidak hanya satu arah seperti itu diharapkan adanya konsep pemberdayaan ini dapat memberikan manfaat juga untuk masyarakat lewat kehadiran mahasiswa”, jelasnya.

Sedikit berbeda dengan departemen ataupun fakultas lain di IPB, Mahasiswa Departemen SKPM yang mengikuti kegiatan KKN tahun ini disebar ke berbagai Host KKN Fakultas, mulai dari FEMA itu sendiri, FAPERTA, FPIK, FAHUTAN, FMIPA, FEM, SB, FAPET, dan FATETA. Keberadaan mahasiswa SKPM di setiap Host ini tentunya memiliki peran tersendiri, yaitu untuk melakukan pemetaan sosial secara partisipatif, yang sudah dipelajari pada Mata Kuliah Teknik-teknik Partisipatif. Mahasiwa SKPM diminta untuk menerapkan teknik-teknik tersebut pada tujuh hari pertama hingga saat perancangan program. Selain itu, mahasiswa SKPM juga memiliki fungsi untuk melakukan pemberdayaan dari sisi kelembagaan, dan untuk mendorong aksi literasi komunikasi untuk pemberdayaan. Aksi literasi komunikasi dilakukan untuk membangun kesadaran dalam memanfaatkan peluang internet, misalnya seperti salah satu program KKN tahun lalu yang mengajarkan masyarakat mengenai jual-beli secara online, mempromosikan obyek wisata dengan memviralkannya lewat media sosial, atau paling tidak membuat profil tentang desanya dengan video.

Seperti yang telah disampaikan Rektor IPB pada Kuliah Pembekalan Umum Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Sabtu (30/3), kegiatan KKN diharapkan dapat meningkatkan meningkatkan kompetensi hard skill, soft skill dan karakter mahasiswa. “Ada skill-skill yang tidak dapat diberikan di kampus, yang mahasiswa harus belajar sendiri , misal berorganisasi dalam kelompok, selama ini kita telah belajar tentang teori dinamika kelompok, tapi bagaimana mempraktekkannya itu akan dilakukan saat KKN. Contoh yang lain yaitu kemampuan untuk bernegosiasi dengan PEMDA, mencari sponsorship, merancang program. Belajar teori, menganalisis dan sebagainya di kampus itu tidak cukup, perlu praktek langsung untuk membekali ketika nanti lulus,” Tambah Siwi.

Terakhir, Siwi memberikan beberapa tips dan trik yang dapat diterapkan mahasiswa saat KKN, yang pertama menyukai lokasi KKN, kedua membangun kelompok yang solid, selanjutnya  membuat pengaturan atau pembagian tugasnya harus jelas untuk kenyamanan perjalanan 40 hari, buat kegiatan-kegiatan yang sifatnya hiburan, terakhir kenali bahasa daerah, karena bahasa daerah merupakan cara untuk masuk ke dalam suatu komunitas. (RTA)

Related Posts

Leave a Reply

*