E: skpm@apps.ipb.ac.id | LINE: @skpm_ipb

Hadapi Industri 4.0, SKPM Tawarkan Lulusan yang Mumpuni dan Tangguh

Dalam menghadapi era industri 4.0, diperlukan lulusan yang mumpuni dan tangguh untuk menjadikan bangsa Indonesia maju. Hal ini disampaikan oleh Ketua Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), Dr. Arya Hadi Dharmawan, dalam kegiatan Lokakarya Akademik Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Kampus Darmaga, Bogor (24/7). Selaras dengan tujuan pendidikan IPB 4.0 untuk menghasilkan lulusan yang powerful agile learner.

“Departemen SKPM dalam usulan untuk reorientasi kurikulum IPB 4.0 ditingkat FEMA menggambarkan profil lulusan sebagai pembelajar yang mumpuni dan tangguh untuk membangun bangsa dan mengembangkan masyarakat melalui aksi komunikatif” ujarnya saat menyampaikan rumusan kurikulum program sarjana PS KPM di lokakarya akademik di FEMA.

Menurut World Economic Forum (2015), generasi yang mampu memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan bangsa jika memiliki 3 (tiga) skill utama yang dibutuhkan pada abad 21. Ketiga skill tersebut antara lain foundational literacies yang memuat 6 skill, competencies yang terdiri dari 4 skill, dan character qualities yang terdiri dari 6 skill.

Lulusan SKPM, menurut Dr. Arya Hadi Dharmawan, digambarkan dalam 3 sosok yang memiliki skill abad 21. Pertama, sebagai pembelajar yang akan memiliki  foundational literacies skill. Kedua, mumpuni yang menggambarkan sosok lulusan yang memiliki kemampuan dalam penguasaan kompetensi (competencies skill). Dan ketiga, sebagai lulusan yang tangguh artinya menjadi lulusan yang kuat, tahan banting dan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang sangat cepat. Ciri lulusan yang tangguh untuk menggambarkan lulusan yang memiliki character qualities skill.

Dalam lokakarya akademik FEMA, juga dipaparkan bagaimana proses reorientasi kurikulum program sarjana PS KPM disusun dan dikembangkan untuk memenuhi skill yang dibutuhkan pada abad 21. Dalam proses pembelajarnnya, tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional seperti ceramah tapi juga sudah menggunakan media-media online seperti penggunaan e-learning. Disamping itu, pada kesempatan yang sama, Dr. Arya Hadi Dharmawan menyampaikan bahwa proses asesmen, kegiatan praktikum, dan ujian juga dikembangkan agar mampu mengukur ketercapaian skill yang diinginkan. (MSI)

About the author

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat adalah departemen di Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor yang terakreditasi A oleh BAN PT.

Related Posts

1 Response

Leave a Reply

*