E: skpm@apps.ipb.ac.id | LINE: @skpm_ipb

Penerimaan Staf Pengajar

Sistem rekrutmen dan seleksi Dosen di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat  berpedoman pada peraturan pemerintah (Badan Kepegawaian Negara) karena semua dosen yang direkrut berstatus sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Rekrutmen tenaga pendukung dilakukan dengan dua cara yaitu tenaga honorer dan PNS. Rekrutmen tenaga pendukung berstatus PNS sesuai dengan peraturan pemerintah, sedangkan yang berstatus honorer dilakukan oleh departemen atas usulan bagian yang membutuhkan dan menjadi tangung jawab Departemen.

Sistem rekrutmen dosen dan tenaga pendukung berstatus PNS mengalami perubahan pada tahun tahun 2004.  Sistem yang diterapkan sebelum tahun 2004 adalah:

Calon dosen/tenaga pendukung madang di Bagian –> diusulkan –> tes –> diterima –> CPNS –> PNS

Sedangkan rekrutmen pasca tahun 2004 dilakukan dengan sistem:

Calon dosen/tenaga pendukung (sesuai kualifikasi/persyaratan) –> tes –> diterima –> CPNS –> PNS

Sistem rekrutmen sebelum 2004 memudahkan departemen melakukan pengembangan sesuai dengan rencana program pengembangan di tiap bagian.  Sistem setelah tahun 2004 membuka peluang adanya calon dosen/tenaga pendukung yang minat ilmunya belum dikembangkan oleh bagian yang membutuhkan.

Rekam jejak kinerja akademik (kegiatan pengabdian, penelitian dan pengabdian) dosen dapat ditelusuri dari Indeks Kinerja Dosen (IKD). Hanya dosen yang meraih nilai IKD > 12 akan memperoleh insentif dengan jumlah yang disesuaikan dengan nilai IKD nya. Selain itu para dosen juga dievaluasi dengan borang DP3. Penilaian borang DP3 dilakukan oleh pimpinan departemen yang didasarkan pada penilaian (kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan). Nilai atau skor DP3 menjadi dasar dalam kenaikan pangkat dosen.

Sedangkan evaluasi oleh mahasiswa kepada dosen didasarkan pada pengisian kuesioner EPBM (Evaluasi Proses Belajar Mengajar). Berdasarkan skor tersebut ketua departemen memberikan sertifikat bagi dosen yang nilainya di atas 3.

Seperti halnya dosen, tenaga kependidikan, juga dinilai berdasarkan kepada nilai DP3 dan kinerja pegawai yang dinilai setiap bulan oleh pimpinan unit dan kemudian dikirim ke SDM, untuk mendapatkan UKT (unit kerja terkait) dan mendapatkan reward setiap 3 bulan sekali. Sedangkan monitoring kepada mereka dilakukan oleh kepala TU dan sekretaris Departemen. Selain itu, pemantauan kehadian dilakukan melalui daftar hadir. Tenaga kependidikan yang tidak disiplin akan mendapat teguran dari kepala tata usaha dan seketaris departemen.

Leave a Reply

*